SYUFU TAESYUKHAN DI INDONESIA
SYUFU The Art of Survival
Dari catatan terjemahan buku kitab Shurulkhan ni syufu, beladiri ini masuk ke Indonesia abad ke 13 hijriyah, dalam buku hasil terjemahan tertulis 12 Rabi’ul Awal 1312 H atau 31 Juli 1936. Kitabnya sendiri diterjemahkan oleh Hang Nadim Abubakar dibantu dua pakar beladiri muslim Cina.
Berkembang dari pesantren ke pesantren.
Pada tgl 19 Pebruari 1977 atas prakarsa AD El Marzdedeq dibentuk lembaga yang bernama LAJNAH OLAHRAGA BELADIRI TAESYU KHAN dan KUNGFU di pemuda Persatuan Islam
Secara resmi beladiri ini didaftarkan menjadi olah raga resmi pada Notaris pada tahun 1999.
Agar lebih memfokuskan diri atau menspesialisasikan diri hanya pada beladirinya saja maka pengurus Syufu membentuk sebuah yayasan yang didaftarkan pada Notaris dengan nama Yayasan Bulan Sabit.
Bertempat di Bandung Jawa Barat Bapak Prof.DR. Haji Toto G.U. Drs.Mpd. sebagai penasihat Syufu sekaligus sebagai ketua Yayasan Bulan Sabit menuntun kami agar beladiri ini dapat bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin.
Untuk itu kami Pengurus Syufu berusaha mengulirkan program-program pendidikan pelatihan juga seminar-seminar tentang beladiri agar umat Islam :
- Dapat membedakan beladiri yang benar-benar beladiri dengan beladiri yang hanya namanya saja beladiri tetapi tidak bisa dipakai beladiri
- Dapat mengetahui bahkan merasakan manfaat beladiri
- Dapat mengetahui beladiri yang tidak melanggar syar’i
- Dan hal lain yang ada hubungannya antara beladiri dan Islam.
Menyadari bahwa Syufu adalah Mixed Martial Arts nya Islam maka untuk selalu memposisikan beladiri ini sebagai paduan beladiri terkini dibentuklah LITBANG Syufu, tugas nya melihat perkembangan beladiri terkini dan mengambil intisari nya, tugas pokok lainnya adalah memperdalam materi yang ada pada Syufu oleh para anggota LITBANG dengan tujuan agar materi yang ada bisa benar-benar dipahami dan di praktekan secara maksimal.
Pendalaman materi dimaksud antara lain :
- Tauhid, agar anggota dan umat Islam tidak mempraktekan kemusyrikan didalam beladiri (oleh dewan Fatwa)
- Ahlak, agar anggota berahlakul karimah (oleh dewan Fatwa)
- Senzo (oleh pakar kealaman)
- Medis (oleh Bulan Sabit Merah)
- Turgul (oleh team ahli)
- Jurus (oleh team ahli)
- Kuda-kuda (oleh team ahli)
- Langkah (oleh team ahli)
- Daht / tenaga dalam (oleh team ahli)
- Dan lain-lain
Dari pemaparan diatas dapatlah di pahami bahwa berbicara Syufu artinya berbicara tentang sekelompok orang bukan berbicara tentang seseorang, hal ini dilkakukan karena menyadari bahwa kemampuan seseorang akan sesuatu sangatlah terbatas, untuk itu demi memaksimalkan tiap materi haruslah ditunjuk satu orang atau sebuah team untuk mendalaminya hingga benar-benar bisa bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin tidak hanya sekedar mitos.
Kajian tentang Syufu pun ternyata tidak hanya sebatas Beladiri tetapi lebih luas dari itu, yang intinya mengajarkan para pengkajinya tentang seni bertahan hidup ( The Art of Survival)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar